dark_mode
  • Friday, 03 February 2023
Namantus Gwijangge Menegaskan Pemerintah untuk Selesaikan Pelanggaran HAM di Papua

Namantus Gwijangge Menegaskan Pemerintah untuk Selesaikan Pelanggaran HAM di Papua

TERSIRAT.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR) Papua Namantus Gwijangge menilai negara hingga saat ini belum mempunyai niat untuk menyelesaikan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Paniai, Papua secara umum.

 

Intensitas konflik meningkat kata Gwijangge, semakin meningkat pasca sidang putusan (8 Desember 2022), dan akhirnya pelaku diputus bebas karena tidak terbukti memenuhi unsur pidana yang didakwakan.

 

Termasuk konflik pasca Dogiyai, Deiyai dan pegunungan Bintang serta Yahukimo.

 

"Intensitas menaik setelah pasca rame-ramenya pemekaran, justru naik! Terakhir kasus penanganan pelanggaran HAM berat Paniai, putusan pelakunya bebas," kata Namantus Gwijangge, dikutip, Selasa (14/12/2022).

 

Pihak keluarga, kata Gwijangge jelas dirugikan sekali.

 

"Apalagi rakyat Papua melihat kasus ini sudah mendunia dan terregistrasi sebagai pelanggaran HAM berat dan saat ini didorong ke mekanisme Pengadilan HAM," tegas anggota Pansus mutilasi Papua ini.

 

Pihaknya masih mempertanyakan apakah negara mempunyai niat menyelesaikan dari kasus per kasus pelanggaran HAM di Papua.

 

"Patronnya (indikator kasus) di kasus ini. Tapi dalam prakteknya, negara merendahkan martabat rakyat Papua," ungkapnya.

 

Apalagi, sambungnya masyarakat Papua semakin hari tingkat kepercayaannya terhadap negara semakin menipis.

 

Zaki panggilan akrabnya mengajak masyarakat Papua untuk bersatu dalam menyuarakan nurani kemanusiaan.

 

"Suarakan Papua dengan objektif apalagi yang duduk dalam sebuah sistem, sehingga penyelesaiannya tepat sasaran," tandasnya.

 

Diketahui dari hasil investigasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) terhadap kasus mutilasi 4 warga Papua mengungkap lebih banyak fakta dari temuan polisi. Mutilasi itu diduga sudah direncanakan sejak awal. ***

comment / reply_from